1. pengertian penduduk masyarakat dan
kebudayaan
penduduk,
masyarakat, dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan
satu sama lain. penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu
dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu
masyarakat di wilayah tersebut. demikian pula hubungan antara masyarakat dengan
kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah
hasil dari masyarakat. kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam
suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung
oleh kebudayaan. jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan
hubungan yang saling menentukan.
penduduk adalah
orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah,
tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
masyarakat adalah
suatu kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang
keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki
pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. hal yang
terpenting dalam masyarakat adalah dilakukan secara teratur didalam masyarakat.
pranata pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama tidak mungkin
sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar
anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
kebudayaan adalah
hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat. karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan
kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur
kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang
menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
2.
keterkaitan penduduk, masyarakat dan kebudayaan
dari
pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk, masyarakat
dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu
sama lainnya. dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati
wilayah geografi dan ruang tertentu. sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan
penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh
peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. masyarakat
tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka
dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring
dengan berjalannya waktu. oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. kebudayaan sendiri berarti hasil
karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang
kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia (
masyarakat ) tersebut.
masyarakat
dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. pada zaman dahulu, manusia
hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup
dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. mereka
berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah
habis. namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan
daerah di mana mereka tinggal. mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk
melangsungkan kehidupan mereka. hingga saat ini kegiatan bercocok tanam (
bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat indonesia dan dengan demi kian
indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya
berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya
sendiri.
masyarakat
zaman dahulupun meninggalkan hasil kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari
peralatan, bahasa, lagu, bangunan – bangunan, hingga berbagai macam upacara
adat. hasil kebudayan pada zaman prasejarah merupakan benda – benda tua yang
terbuat dari
batu
– batu alam dan tulang – tulang binatang. alat – alat tersebut mereka ciptakan
untuk berburu binatang.
pada
zaman purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan tumbuhnya
peraturan – peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat tersebut.
mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. mereka juga mulai mengenal
tulisan. pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan yang lebih
jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman sebelumnya.
mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar kini mulai
menyembah apa yang mereka sebut sebagai tuhan. kepercayaan yang berkembang pada
zaman ini adalah agama hindu dan budha. kedua agama ini membawa pengaruh yang
sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan indonesia. bukan hanya dari segi
kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga kepada adat
istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. banyak sekali karya seni
berupa lukisan, patung – patung dan candi – candi yang bercorak hindu maupun
budha yang di bangun pada zaman ini.
zaman
madya ditandai dengan masuknya agama islam. agama islam menyebar dengan
cepatnya menyebar di indonesia. agama islam juga memberikan pengaruh yang cukup
besar bagi perkembangan kebudayaan di indonesia. islam memberikan sentuhan baru
bagi perkembangan bangunan – bangunan dan karya seni maupun sastra di
indonesia.
zaman
baru di mulai sejak masuknya pengaruh barat ke indonesia. hingga saat ini zaman
baru masih berlangsung. proses berkembangnya kebudayaanpun masih terus
berlangsung. zaman baru membawa pengaruh dan perubahan yang besar. mulai dari
gaya hidup, cara berpakaian, bentuk bangunan dan lain – lain. kebudayaan yang
berasal dari luarpun tak hanya masuk, namun sebagian dari mereka bercampur
dengan kebudayaan asli indonesia sehingga terciptalah suatu kebudayaan yang
baru.
kebudayaan
sendiri sebenarnya bergantung kepada bagaimana masyarakat itu tinggal dan
berkomunikasi dengan sesamanya. dengan demikian setiap negara memiliki
kebudayaan yang berbeda. kebudayaan tidak akan pernah berhenti untuk berkembang
selama masyarakat terus berkembang dan belajar demi kelangsungan hidupnya.
pertumbuhan
penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai
perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu
unit” untuk pengukuran. sebutan pertumbuhan pendudukmerujuk pada semua
spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara
informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan
untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
pertumbuhan penduduk disuatu
negara sangat dipengaruhi oleh 3 hal yaitu kelahiran (fertilitas), kematian
(mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi). pada kesempatan kali ini kita
akan mengkaji tentang ketiganya.
kelahiran (fertilitas).
faktor kelahiran (fertilitas)
merupakan tingkat pertambahan penduduk melalui kelahiran bayi disuatu wilayah
pada suatu priode tertentu. kelahiran (fertilitas) dapat dihitung dengan 2 cara
yaitu:
ø tingkat kelahiran kasar.
tingkat kelahiran kasar atau
crude birth rate (cbr) merupakan jumlah yang menunjukan angka kelahiran pada setiap
1000 orang penduduk pada priode tertentu.
ø tingkat
kelahiran menurut
umur.
tingkat kelahiran meurut umur
atau age specific birth rate (asbr) yaitu angka yang menunjukan jumlah
kelahiran setiap 1000 wanita menurut umur tertentu setiap tahun.
faktor kematian (mortalitas)
merupakan pengurangan penduduk melalui kematian disuatu wilayah pada suatu
priode tertentu. tingkat kematian (mortalitas) dapat dihitung dengan 4 cara
yaitu sebagai berikut:
ø tingkat
kematian kasar.
tingkat kematian kasar atau
crude death rate (cdr) merupakan jumlah yang menunjukan angka kematian pada
setiap 1000 orang penduduk pada priode tertentu.
tinggi rendahnya tingkat
kematian kasar dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
§
tingkat kematian digolongkan tinggi apabila angka kematian kasarnya lebih dari
20 untuk setiap 1000 jiwa.
§
tingkat kematian digolongkan sedang apabila angka kematian kasarnya lebih dari
10-20 untuk setiap 1000 jiwa.
§
tingkat kematian digolongkan rendah apabila angka kematian kasarnya kurang dari
10 untuk setiap 1000 jiwa.
ø tingkat
kematian berdasarkan usia.
tingkat kematian berdasarkan
usia atau age specific death rate (asdr) merupakan jumlah penduduk yang
meningggal pada setiap 1000 orang yang berada pada kelompok usia yang sama.
ø tingkat
kematian berdasarkan sebab.
tingkat kematian berdasarkan
sebab atau cause specific death rate (csdr) merupakan jumlah penduduk yang
meninggal karena sebab tertentu pada setiap 1000 orang penduduk, sebab tersebut
seperti penyakit, kecelakaan dan sebagainya.
ø tingkat
kematian bayi.
tingkat kematian bayi atau
infant mortality rate (imr) adalah jumlah kematian bayi lahir hidup setiap 1000
penduduk disuatu daerah pada satu tahun.
perpindahan penduduk
(migrasi) adalah pindahnya penduduk dari satu tempat ketempat lain dan tidak
terpengaruh oleh wilayah, perpindahan penduduk (migrasi) dapat dibedakan
menjadi 2 yaitu:
ø migrasi
permanen.
migrasi permanen merupakan
perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk
menetap di tempat yang baru. seseorang dianggap menetep apabila orang tersebut
sudah bertempat tinggal di daerah tujuan selama 3 bulan dan kalau kurang 3
bulan belum dianggap menetap.
migrasi permanen dapat
dikelompokan menjadi dua yaitu:
§ migrasi
nasional.
migrasi nasional adalah
perpindahan penduduk dari satu tempat ketempat lain tetapi masih dalam satu
wilayah negara. migrasi nasional dibedakan menjadi 3.
1. transmigrasi.
transmigrasi adalah
perpindahan penduduk dari pulau yang berpenduduk padat kepulau yang penduduknya
tidak padat. transmigrasi digolongkan menjadi 3 yaitu:
- transmigrasi umum, yaitu
transmigrasi yang pelaksanaan dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah.
- transmigrasi swakarsa,
yaitu transmigrasi yang dilaksanakan atas keinginan sendiri dan biaya
ditanggung sendiri.
- transmigrasi khusus, yaitu
transmigrasi yang dilakukan dengan tujuan tertentu, misal bedol desa, dan
sebagainya.
2. urbanisasi
urbanisasi adalah perpidahan
penduduk dari daerah pedesaan kedaerah perkotaan.
3.
ruralisasi atau urbanisasi
ruralisasi adalah kebalikan
dari urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota kedesa, mobilitas ini
biasanya dilator belakangi karena kejenuhan tinggal di kota.
§ migrasi
internasional.
migrasi internasional adalah
perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain untuk menetap, migrasi
internasional dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.
1.
imigrasi.
imigrasi adalah perpindahan
penduduk masuk kesuatu negara untuk menetap.
2.
emigrasi.
emigrasi adalah perpindahan
penduduk yang keluar dari negara lain untuk menetap.
3.
remigrasi.
remigrasi adalah perpindahan
penduduk kembali kenegara asal setelah pindah ke negara lain.
ø migrasi
nonpermanen.
mobilitas nonpermanent
merupakan bentuk perpindahan penduduk antar tempat tanpa adanya tujuan untuk
menetap. dua jenis mobilitas nonpermanent yaitu mobilitas komutasi dan
mobilitas sirkulasi.
cara mengatasi / mengurangi
ledakan penduduk dan laju pertumbuhan penduduk
1. menggalakkan program kb
atau keluarga berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara
umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2. menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
2. menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
cara-cara yang dapat
dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1. penambahan dan penciptaan
lapangan kerja
dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
3. Kebudayaan dan Kepribadian
Tau gak sih? Ternyata
kebudayaan itu sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang.
Lah kok bisa? Makanya baca penjelasan saya dibawah ini.
Kebudayaan dan
Kepribadian saling memiliki keterkaitan dalam kehidupan setiap manusia.
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu
dengan yang lainnya. Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan social.
Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola
pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola
pikir masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari
yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola berpikir mereka,
kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.
Budaya secara harfiah berasal
dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki artimengerjakan tanah, mengolah,
memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993).Selain itu Budaya atau
kebudayaan berasal daribahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yangmerupakan bentuk
jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yangberkaitan
dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakansuatu
yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya,
karsa,dancipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada
manusia.Tak adamahluk lain yang memiliki anugrah itu sehingga ia merupakan
sesuatuyang agung dan mahal.
Menurut Koentjaraningrat
budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasilkarya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara
belajar.
Pengertian Kepribadian dan
kebudayaan
Kepribadian merupakan faktor
kunci dalam mendefinisikan keunikan individu dan tentu saja membentuk individu
melalui kehidupan.
Dari berbagai definisi dapat
diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan
memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
Budaya adalah cara hidup.
Budaya tidak hanya nilai-nilai sadar kita, tetapi juga ini asumsi kita tentang
Manusia melihat dan percaya sesuai dengan perkembangan budaya mereka. Budaya
merupakan salah satu faktor penting dari model kepribadian.
Studi budaya dan kepribadian
berusaha untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan identitas pribadi atau
sosial yang berkaitan dengan lingkungan social sekitarnya. Fitur budaya suatu
masyarakat menghasilkan ciri khas tertentu dalam sosialisasi anak-anak. Dengan
menggunakan beberapa elemen sosialisasi umum dan mekanisme, ada kemungkinan
terbentuk fitur umum dari kepribadian atau konfigurasifitur kepribadian khas
bagi anggota masyarakat.
KEBUDAYAAN
HINDU-BUDHA, ISLAM, DAN BARAT
I. KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA
1. Agama Hindu dan Kebudayaannya
Agama Hindu diyakini tumbuh di India sekitar 1500 SM. Dari India, agama ini menyebar ke seluruh dunia dan banyak
mempengaruhi kebudayaan-kebudayaan besar dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya ke kotaMohenjo-Daro (Larkana) dan Harappa
(Punjab)sekitar tahun 1500 SM.
Mereka
datang melalui celah Kaiber dan
mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.
Orang-orang Arya membangun sistem kepercayaan dan kemasyarakatan sesuai tradisi
yang mereka miliki. Orang Arya
memuja banyak Dewayang dipercayai
memiliki kuasa atas segi-segi tertentu kehidupan makhluk hidup.
Pemujaan
terhadap para Dewa dipimpin oleh golongan Brahmana atau Pendeta. Para Brahmana
juga menulis berbagai ajaran dan ritus-ritus sebagai pedoman dalam melaksanakan
upacara keagamaan. Tulisan-tulisan tersebut disatukan dalam Kitab
Veda.Kitab Veda terdiri dari empat bagian
1) Reg-Veda, merupakan kitab tertua dan ditulis diantara
tahun 1500 dan 900 SM
2) Yajur-Veda, berisi pedoman pengorbanan
3) Sama-Veda, berisi pedoman zikir dan puji-pujian
4) Atharva-Veda, kumpulan mantra-mantra gaib
Dalam
agama Hindu, terdapat pembagian kasta masyarakat
berdasarkan pembagian tugas atau pekerjaan. Kasta tersebut dari tertinggi
adalah :
1) Brahmana, mengurus kehidupan keagamaan
2) Ksatria, berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk pertahanan negara
3) Waisya, berdagang,
bertani dan berternak
4) Sudra, pekerja atau pelayan
Dalam perkembangan selanjutnya, terjadi perpaduan
antara budaya Arya, budaya Dravida, dan budaya Munda yang kemudian disebut
Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Daerah perkembangan
pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebutAryavarta (Negeri Bangsa Arya) dan
Hindustan (Tanah Milik Bangsa Hindu).
Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia
khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan
Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan mantap.
A. Penyiaran Agama Hindu di Indonesia.
Proses masuknya agama Hindu di Indonesia
dibawa oleh kaum pedagang, baik pedagang India yang datang ke Indonesia maupun
pedagang dari wilayah Indonesia yang berlayar ke India. Akan tetapi, di lain
pihak terdapat beberapa teori yang berbeda tentang penyebaran agama Hindu ke
Indonesia. Pendapat atau teori tersebut di antarannya :
1) Teori Sudra, menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh
orang-orang India yang berkasta Sudra, karena mereka dianggap sebagai
orang-orang buangan.
2) Teori Waisya, menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh
orang-orang India berkasta Waisya, karena mereka terdiri atas para pedagang
yang datang dan kemudian menetap di salah satu wilayah di Indonesia. Bahkan
banyak di antara pedagang itu yang menikah dengan wanita setempat.
3) Teori Ksatria, menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh
orang-orang India berkasta Ksatria. Hal ini disebabkan terjadi kekacauan
politik di India, sehingga para Ksatria yang kalah melarikan diri ke Indonesia.
Mereka lalu mendirikan kerajaan-kerajaan dan menyebarkan agama Hindu.
4) Teori Brahmana, menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu dilakukan oleh kaum Brahmana.
Kedatangan mereka ke Indonesia untuk memenuhi undangan kepala suku yang
tertarik dengan agama Hindu. Kaum Brahmana yang datang ke Indonesia inilah yang
mengajarkan agama Hindu ke masyarakat.
Dari keempat teori tersebut, hanya teori
Brahmana yang dianggap sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Bukti-bukti tersebut
diantaranya :
1) Agama Hindu bukan agama yang demokratis, karena urusan keagamaan menjadi
monopoli kaum Brahmana, sehingga hanya golongan Brahmana yang berhak dan mampu
menyiarkan agama Hindu.
2) Prasasti yang pertama kali ditemukan berbahasa Sansekerta, sedangkan di
India bahasa itu hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan. Jadi,
hanya kaum Brahmana-lah yang mengerti dan menguasai penggunaan bahasa tersebut.
2. Agama dan Kebudayaan Budha
Agama Buddha pertama kali tumbuh di India, tepatnya di
India bagian timur laut sekitar tahun 500 SM. Diajarkan
oleh Siddharta Gautama yang dikenal sebagai Buddha (seorang yang telah
mendapatkan pencerahan) Agama
Buddha muncul sebagai reaksi terhadap golongan Brahmana dalam ritual keagamaan.
Keseluruhan ajaran agama Buddha dibukukan dalam Kitab
Tripitaka, yang terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yaitu :
1) Sutta (Suttanata) Pitaka,
kumpulan khotbah
2) Vinaya Pitaka, aturan-aturan yang
berkaitan dengan kehidupan pendeta
3) Abhidharma Pitaka, berisi filosofi,
psikologi, klasifikasi dan sistemasi doktrin.
Dalam perkembangannya,
agama Buddha pecah menjadi aliran, yaitu
1) Aliran Hinayana, mengajarkan bahwa
untuk mencapai nirwana sangat tergantung kepada usaha diri sendiri
melakukan meditasi.
2) Aliran Mahayana, mengajarkan
bahwa untuk mencapai nirwana, setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan
dan sifat welas asih (belas kasih)
Perkembangan agama
Buddha di India mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ashoka dari Dinasti Maurya (273-232 SM). Pada pemerintahan-nya, Raja Ashoka menetapkan agama
Buddha sebagai agama resmi negara. Agama
Buddha kemudian dengan cepat berkembang dan diterima oleh masyarakat India. Hal
ini terutama disebabkan oleh bahasa yang digunakan Buddha dalam penyampaian
ajarannya, yaitu Bahasa Parkit (bahasa yang digunakan rakyat sehari-hari), bukan bahasa
Sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana.
Selain itu, agama
Buddha bersifat non-eksklusif. Artinya, agama Buddha bisa diterima siapa saja
dan tidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta. Agama Buddha juga
tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita.
Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau
budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa.
Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme,
sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan
masyarakat.
A. Penyiaran Agama Buddha di Indonesia.
Agama Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh para biksu. Antara lain seorang
biksu dari Kashmir bernama Gunawarman datang ke Indonesia sekitar tahun 240.
Gunawarman adalah seorang biksu Buddha Hinayana. Pada tahun-tahun berikutnya,
para biksu Buddha dari Perguruan Tinggi Nalanda (Benggala, India) pun datang ke
Indonesia. Makin lama pengaruh Buddha makin berkembang di Indonesia.
Penyiaran agama Buddha di Indonesia lebih awal dari agama Hindu. Dalam
penyebarannya agama Buddha mengenal adanya misi penyiar agama yang disebut,
Dharmadhuta. Tersiarnya agama Buddha di Indonesia, diperkirakan sejak abad ke-2
Masehi, dibuktikan dengan penemuan Arca Buddha dari perunggu di Jember, Jawa
Timur dan Sulawesi Selatan. Arca-arca itu berlanggam Amarawati. Namun, belum
diketahui siapa pembawanya dari India Selatan ke Indonesia. Di samping itu,
juga ditemukan arca Buddha dari batu di Palembang.
II. KEBUDAYAAN ISLAM
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama
Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang
disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam pada abad itu
berada di pulau jawa yang sebenarnya masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa
jauh sebelum abad ke -15. suatu bukti bahwa awal abad ke-11 sudah ada wanita
Islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.
Pada abad ke-15,berkembanglah
negara-negara pantai, adalah negara Malaka di semenanjung Malaka,
negara Aceh di ujung pulau Sumatra, negara Banten di jawa Barat, negara
Demak di pesisir utara jawa tengah, negara Goa di sulawesi selatan. Dalam
proses perkembangannya negara tersebut yang dikendalikan oleh
pedagang-pedagang kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan, dan
telah menganut ajaran Islam.
Didaerah-daerah yang belum amat
terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam
dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. misalnya di Aceh, Banten,
sulawesi selatan, sumatra Timur, sumatra barat, dan pesisir kalimantan.
A. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad
Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3
teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia. Ketiga teori tersebut
di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke
Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke
Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
1) Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan
pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
a. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan
bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
b. Hubungan dagang Indonesia dengan India
telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay – Timur Tengah – Eropa.
c. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai
yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.
Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard
H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan
perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan
Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia
(Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan
bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang
Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.
2) Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori
lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke
Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
Dasar teori ini adalah:
a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai
barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan
bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4.
Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran
mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah
Mesir dan Mekkah. SedangkanGujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
c. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan
gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir.
Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para
ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan
politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke
7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab
sendiri. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham
simak
3) Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya
berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia
dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas
meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh
orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan
upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur
Syuro.
b. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh
Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam
sistem mengeja huruf Arab untuk tanda- tanda bunyi Harakat.
d. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim
tahun 1419 di Gresik.
e. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri
daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir
Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan
kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa
Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami
perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam
adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India). Demikianlah uraian
materi tentang proses masuknya Islam ke Indonesia.
Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan
dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan
seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat. Pedagang
tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan
tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara
pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti
pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan. Dengan adanya perkampungan
pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan ada yang sampai menikah dengan
wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.
Perkembangan Islam yang cepat
menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui
pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren. Pondok pesantren adalah
tempat para pemuda dari berbagai daerah dan kalangan masyarakat menimba ilmu
agama Islam. Setelah tammat dari pondok tersebut, maka para pemuda menjadi juru
dakwah untuk menyebarkan Islam di daerahnya masing- masing. Di samping
penyebaran Islam melalui saluran yang telah dijelaskan di atas, Islam
juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Proses penyebaran Islam di Indonesia
atau proses Islamisasi tidak terlepas dari peranan para pedagang,
mubaliqh/ulama, raja, bangsawan atau para adipati. Di pulau Jawa, peranan mubaliqh
dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan Walisongo atau
wali sembilan yang terdiri dari:
1) Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam
di Jawa Timur.
2) Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah Ampel
Surabaya.
3) Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum
Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
4) Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin,
menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
5) Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri
(Gresik)
6) Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja’far Shodik menyebarkan ajaran Islam di
daerah Kudus.
7) Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan
ajaran Islam di daerah Demak.
8) Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid
menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
9) Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif
Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon)
4. Kebudayaan Barat
Coba
mengulas Apa pengaruhnya Kebudayaan Barat yang masuk Indonesia serta memberikan
contoh dampak yang ditimbulkan oleh Kebudayaan Barat itu.
Dewasa
ini kebudayaan barat sedang naik daun, termasuk di negara kita Indonesia. Pada
dasarnya, kebudayaan barat banyak memberikan dampak positif dalam
berbagai bidang. Akan tetapi, jika masuknya kebudayaan barat itu tidak kita
saring atau kita terima secara mentah begitu saja juga dapat memberikan
dampak negatif dalam beberapa bidang kehidupan. Sekarang ini banyak hal-hal
baru yang mengacu pada kebudayaan barat. Sedangkan kebudayaan tradisional
sedikit demi sedikit mulai tereleminasi karena kalah popularitas dengan
kebudayaan barat.
Lanjut
ke topik utama, saya akan memaparkan bebarapa dampak dari kebudayaan barat baik
untuk diri kita sendiri atau untuk negara kita.
Dampak
positif yang dapat kita ambil dari kebudayaan barat misalnya:
a) Kemajuan teknologi mereka
(orang-orang barat) yang sudah semakin maju dapat membantu kita memudahkan
dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dengan bantuan alat-alat elektronik
canggih yang mereka ciptakan.
b) Dalam bidang politik, Negara
barat cenderung menggunakan system demokrasi. Hal itu
menginspirasikan pemerintahan Negara kita untuk mengunakan sitem pemerintahan
yang terbuka dan demokratis.
c) Dalam bidang sosial budaya
kita dapat meniru pola berpikir mereka yang baik seperti etos kerja yang tinggi
dan disiplin dan Iptek dari bangsa barat yang sudah maju untuk meningkatkan
kemajuan bangsa.
Sedangkan
dampak negatif yang ditimbulkan dari kebudayaan barat diantaranya:
a) Generasi muda sekarang lebih
suka meniru gaya orang-orang barat, misalnya trend mode berbusana. Anak muda
zaman sekarang lebih suka menggunakan barang-barang eksport dan berbusana yang
minim-minim sehingga menyebabkan kurangnya rasa cinta terhadap produk dalam
negeri.
b) Munculnya sikap
individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga.
Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan
bangsa.
c) Pergaulan masyarakat barat
yang bebas mulai memengaruhi budaya Indonesia yang sebelumya lebih beradab.
Kebebasan yang kelewat batas itu sebenarnya tidak cocok dengan nilai-nilai
kebudayaan kita. Misalnya saja free sex yang sekarang ini marak
terjadi di Negara kita. Padahal hal itu sangat bertentangan dengan kebudayaan
kita yang menjunjung tinggi norma kesusilaan.
d) Kurangnya rasa hormat
tehadap orangtua dan tidak peduli terhadap lingkungan juga merupakan
dampak yang ditimbulkan dari kebudayaan barat yang menganut kebebasan sehingga
mereka bertindak sesuka hatinya.
Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa dibanding dampak positif yang dapat kita peroleh, kita malah lebih banyak mendapatkan dampak negatifnya. Oleh karena itu marilah kita antisipasi dampak negatif yang ditimbulkannya dengan mulai mencintai budaya negara kita sendiri. Toh, budaya tradisional kita juga tak kalah menarik dan bermartabatnya di kalangan dunia. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. Selain itu, kita juga harus lebih selektif dalam menerima pengaruh dari kebudayaan barat. Tidak lupa juga, tanamkan ajaran-ajaran agama dengan sebaik-baiknya agar kita dapat terhindar dari pengaruh negatif yang ditimbulkannya.
SUMBER : http://yancsdotme.wordpress.com/2013/03/30/pertumbuhan-penduduk/
http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/10/apa-penduduk-masyarakat-kebudayaan.html
http://rizky-akbar-n.blogspot.com/2012/11/kebudayaan-hindu-budha-islam-dan-barat.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar